Selasa, 28 Juni 2016

Obesitas Tingkatkan Risiko Penyakit Liver



Hati-hati bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih di usia lebih dari 20 tahun. Sebuah studi jangka panjang dari Swedia menemukan bahwa obesitas di usia 20-an dapat meningkatkan resiko terkena penyakit liver di beberapa tahun mendatang. Studi ini melibatkan lebih dari 44.000 pria yang pernah menjalani layanan wajib militer pada tahun 1969 dan 1970. Peneliti melakukan hasil pemeriksaan fisik lengkap dan melacak kembali kesehatan para responden sampai dengan tahun 2009.

Dari penelitian itu ditemukan bahwa orang-orang yang obesitas pada masa remaja, memiliki kemungkinan 64 persen lebih banyak mengalami penyakit atau gangguan liver serius dalam kurun waktu 20 hingga 40 tahun ke depan, dibandingkan responden lain dengan berat normal.

"Kemungkinan besar, orang-orang tersebut sudah memiliki penyakit atau gejala penyakit liver NAFLD pada awal penelitian, atau selama penelitian berlangsung," kata pemimpin studi Dr Hannes Hagstrom dari Pusat Penyakit Pencernaan di Karolinska Institute di Stockholm.

Meski begitu, menurut laporan di Journal of Hepatology, responden yang mengalami obesitas saat remaja memiliki risiko terbesar mengembangkan penyakit liver tersebut, bahkan setelah peneliti memperhitungkan penggunaan alkohol dan rokok. Orang yang memiliki risiko tertinggi untuk penyakit liver lainnya ialah, peminum alkohol lebih dari 3,5 botol ukuran sedang per minggu.

"Hal yang baru di sini adalah kaitan kelebihan berat badan atau obesitas dengan penyakit liver. Faktor risiko lainnya adalah merokok, penggunaan narkotika, kesehatan diri, kebugaran kardiovaskular dan tekanan darah tinggi," kata Hagstrom.

Hasil tersebut kemungkinan juga berlaku sama untuk perempuan, tetapi sepertinya hal itu tidak dijelaskan dalam penelitian ini. (/Priska Amanda)



Sumber:
http://health.kompas.com/read/2016/06/27/071500723/Obesitas.di.Usia.20-an.Tingkatkan.Risiko.Penyakit.Liver

Minggu, 26 Juni 2016

JW Marriott



“Anda harus membuat karyawan Anda berbahagia. Jika mereka berbahagia, mereka pun akan membuat para pelanggan Anda berbahagia.”

Demikian salah satu kunci keberhasilan bisnis John Williard Marriott. Lelaki kelahiran Utah, Amerika Serikat pada tangga 17 September 1900 itu, merupakan pendiri dari salah satu kerajaan bisnis terbesar di dunia.
Pada November 2007, terdapat 37 hotel beroperasi dengan brand ini :
⦁    Amerika Serikat
⦁    Brasil
⦁    Kosta Rika
⦁    Ekuador
⦁    Fiji
⦁    Hongkong
⦁    India
⦁    Indonesia
⦁    Italia
⦁    Korea Selatan
⦁    Kuwait
⦁    Malaysia
⦁    Meksiko
⦁    Mesir
⦁    Pakistan
⦁    Peru
⦁    Romania
⦁    Tiongkok
⦁    Thailand
⦁    Uni Emirat Arab
⦁    Venezuela
 

Bisnis Marriott berawal dari usaha pengolahan bir yang berlokasi di Washington pada tahun 1927. Saat itu, ia bekerja sama dengan A&W Beer dan mendapatkan hak jual untuk daerah Washington dan sekitarnya. Saat merintis bisnis itulah, ia memutuskan menikah dengan Alice Sheets pada 9 Juni 1927. Dari pernikahan tersebut, ia memeperoleh 2 oeang anak. Salah satu anaknya, Bill Marriott Jr., melanjutkan posisi sang ayah untuk mengendalikan kerajaan bisnis itu. Bill menjadi presiden dan CEO di Marriott Intrernasional. Ia juga membuka restoran keluarga dengan tambahan menu Meksiko, restoran yang di beri nama The Hot Shoppes itu akhirnya laris manis dan terkenal.

Pada saat ia meninggal pada 13 Agustus 1985 dalam usia 84 tahun, perusahaan yang ia dirikan itu telah memiliki 1.400 restoran, 143 hotel dan resor di seantero dunia.

Marriott tumbuh ditengah keluarga peternak di Utah. Dari kondisi itulah, jiwa wirausahanya mulai terasah sejak muda. Saat berusia 14 tahun, ia sudah diserahi tanggung jawab oleh ayahnya untuk mengirimkan 3.000 ekor domba ke San Fransisco dengan menumpang kereta api. Bisa dibayangkan, betapa repotnya membawa domba sebanyak itu di gerbong kereta api! Dan pada tahun 1953, ia terserang kanker dan divonis dokter hidupnya hanya bertahan antara enam sampai setahun. Namun, semangat hidupnya yang tinggi, ia justru mampu bertahan hingga nyaris seperempat abad.

Tak aneh jika Marriott menjadi sosok pebisnis sukses di dunia. Ia merupakan seorang pekerja keras yang tak kenal lelah. Ia selalu memikirkan bagaimana memajukan perusahaannya. Tanpa terduga, entah siang atau malam, ia sering mendatangitempat – temapt usahanya, seperti restoran dan hotel. Ia langsung memeriksa bahkan sampai hal – hal yang ‘sepele’, seperti dapur, alat masak, dan lain – lain.

Jika masih ada tempat yang kotor atau tidak lengkap, ia akan marah besar. Meski demikian, Marriott yang pengikut sekte Kristen Mormon bahkan pernah menjadi anggota misi itu juga merupakan seorang pemimpin yang humanis. Ia membangun suasana kekeluargaan dalam lingkungan kerja. Saat ada pekerja yang sakit, tak segan ia menengoknya. Saat ada terkena masalah, ia juga ikut membantu memecahkannya.

Editor : Brenda Kevin Ponto

Sumber : https://racheedus.wordpress.com/2009/07/22/mengenal-profil-jw-marriott-si-raja-hotel/ , https://id.wikipedia.org/wiki/Hotel_JW_Marriott