“Anda harus membuat karyawan Anda berbahagia. Jika mereka berbahagia, mereka pun akan membuat para pelanggan Anda berbahagia.”
Demikian salah satu kunci keberhasilan bisnis John Williard Marriott. Lelaki kelahiran Utah, Amerika Serikat pada tangga 17 September 1900 itu, merupakan pendiri dari salah satu kerajaan bisnis terbesar di dunia.
Pada November 2007, terdapat 37 hotel beroperasi dengan brand ini :
⦁ Amerika Serikat
⦁ Brasil
⦁ Kosta Rika
⦁ Ekuador
⦁ Fiji
⦁ Hongkong
⦁ India
⦁ Indonesia
⦁ Italia
⦁ Korea Selatan
⦁ Kuwait
⦁ Malaysia
⦁ Meksiko
⦁ Mesir
⦁ Pakistan
⦁ Peru
⦁ Romania
⦁ Tiongkok
⦁ Thailand
⦁ Uni Emirat Arab
⦁ Venezuela
Bisnis Marriott berawal dari usaha pengolahan bir yang berlokasi di Washington pada tahun 1927. Saat itu, ia bekerja sama dengan A&W Beer dan mendapatkan hak jual untuk daerah Washington dan sekitarnya. Saat merintis bisnis itulah, ia memutuskan menikah dengan Alice Sheets pada 9 Juni 1927. Dari pernikahan tersebut, ia memeperoleh 2 oeang anak. Salah satu anaknya, Bill Marriott Jr., melanjutkan posisi sang ayah untuk mengendalikan kerajaan bisnis itu. Bill menjadi presiden dan CEO di Marriott Intrernasional. Ia juga membuka restoran keluarga dengan tambahan menu Meksiko, restoran yang di beri nama The Hot Shoppes itu akhirnya laris manis dan terkenal.
Pada saat ia meninggal pada 13 Agustus 1985 dalam usia 84 tahun, perusahaan yang ia dirikan itu telah memiliki 1.400 restoran, 143 hotel dan resor di seantero dunia.
Marriott tumbuh ditengah keluarga peternak di Utah. Dari kondisi itulah, jiwa wirausahanya mulai terasah sejak muda. Saat berusia 14 tahun, ia sudah diserahi tanggung jawab oleh ayahnya untuk mengirimkan 3.000 ekor domba ke San Fransisco dengan menumpang kereta api. Bisa dibayangkan, betapa repotnya membawa domba sebanyak itu di gerbong kereta api! Dan pada tahun 1953, ia terserang kanker dan divonis dokter hidupnya hanya bertahan antara enam sampai setahun. Namun, semangat hidupnya yang tinggi, ia justru mampu bertahan hingga nyaris seperempat abad.
Tak aneh jika Marriott menjadi sosok pebisnis sukses di dunia. Ia merupakan seorang pekerja keras yang tak kenal lelah. Ia selalu memikirkan bagaimana memajukan perusahaannya. Tanpa terduga, entah siang atau malam, ia sering mendatangitempat – temapt usahanya, seperti restoran dan hotel. Ia langsung memeriksa bahkan sampai hal – hal yang ‘sepele’, seperti dapur, alat masak, dan lain – lain.
Jika masih ada tempat yang kotor atau tidak lengkap, ia akan marah besar. Meski demikian, Marriott yang pengikut sekte Kristen Mormon bahkan pernah menjadi anggota misi itu juga merupakan seorang pemimpin yang humanis. Ia membangun suasana kekeluargaan dalam lingkungan kerja. Saat ada pekerja yang sakit, tak segan ia menengoknya. Saat ada terkena masalah, ia juga ikut membantu memecahkannya.
Editor : Brenda Kevin Ponto
Sumber : https://racheedus.wordpress.com/2009/07/22/mengenal-profil-jw-marriott-si-raja-hotel/ , https://id.wikipedia.org/wiki/Hotel_JW_Marriott
Tidak ada komentar:
Posting Komentar